Sabtu, 30 April 2016

Mengenal Peti Kemas



PETI KEMAS

            Peti kemas atau sering disebut juga dengan Container merupakan sebuah peti yang dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu, dapat dipakai berulang kali dan bertujuan untuk manampung muatan serta sebagai alat yang digunakan dalam multimoda transport.


            Peti kemas telah dirancang secara khusus untuk dapat digunakan oeh beragam moda transportasi, baik moda darat, laut bahkan udara. Peti kemas ini memiliki beragam ukuran, namun yang paling sering dipakai dalam pengangkutan khususnya pengangkutan melalui laut adalah ukuran 20 feet, 40 feet, dan 45 feet. Dalam penyebutan ukuran peti kemas sering juga dipakai istilah Teus atau Twenty feet equivalent unit (unit padanan dua puluh kaki). Artinya 1 peti kemas ukuran berukuran 20 feet disebut 1 Teus, 40 feet disebut 2 Teus.
            Seperti yang telah disebut diatas, peti kemas dirancang untuk dipakai lebih dari satu kali pengangkutan, baik secara intermoda maupun antarmoda. Peti kemas tersebut memilik beragam ukuran , antara lain :
1.      Peti kemas 20’ Dry Freight
Ukuran luar     : p x l x t
                        : 20’ x 8’ x 8’6”

Ukuran dalam : 5,919 mm x 2,340 mm x 2,380 mm

Kapasitas         : Cubic capacity          : 33 Cbm
                        : Pay load                    : 22,1 ton


2.      Peti kemas 40’ Dry Freight
Ukuran luar     : p x l x t
                        : 40’ x 8’ x 8’6”

Ukuran dalam : 12,045 mm x 2,348 mm x 2,591 mm

Kapasitas         : Cubic capacity          : 67,3 Cbm
                        : Pay load                    : 27, 396 ton

                       
3.      Peti kemas 40’ High cube
Ukuran luar     : p x l x t
  40’ x 8’ x 9’6”

Ukuran dalam : 12,056 mm x 2,347 mm x 2,684 mm
Kapasitas         : Cubic capacity          : 76 Cbm
                          Pay load                    : 29, 6 ton



            Penggunaan peti kemas untuk pengangkutan ini memiliki berbagai keuntungan bagi para pihak terkait. Keuntungan tersebut misalnya dikarenakan terbuat dari bahan yang kuat peti kemas dapat melindungi muatan didalamnya dari cuaca yang tidak menentu serta tahan air. Hal ini membuat peti kemas barang yang berada didalam peti kemas tidak perlu disimpan didalam gudang. Penyimpanan/penumpukan cukup diletakkan ditempat terbuka (dipelabuhan disebut lapangan penumpukan terbuka/Container Yard). Ini tentunya akan menghemat biaya pembanguan gudang. Terlebih lagi peti kemas ini dapat ditumpuk mencapai ketinggian tertentu (penumpukan tetap harus memperhatikan jenis barang dalam peti kemas serta kekuatan lantai) sehingga lebih efisien. Peti kemas juga lebih aman dikarenakan barang yang ada didalamnya terlindungi dari cuaca serta mengurangi tingkat pencurian barang. Karakter dari peti kemaslah yang menyebabkan pencuri kesulitan untuk mengambil barang dikarenakan terbuat dari besi yang kuat. Kelebihan lainya yaitu pemilik barang maupun perusahaan pelayaran dapat dengan mudah memantau peti kemas melalui prefix number yang terdapat pada peti kemas. Penggunaan peti kemas dapat mempersingkat waktu bongkar muar barang, hal ini berarti kapal tidak perlu lama-lama sandar di pelabuhan sehingga biaya operasional perusahaan dapat ditekan.
            Seperti halnya ciptaan manusia tiada yang sempurna, selain beberapa keuntungan diatas peti kemas atau kontainer memiliki beragam kelemahan. Kelemaahan tersebut antara lain :
-          Biaya invenstasi peti kemas mahal, ini dikarenakan biaya bahan baku untuk membuat peti kemas juga tidak murah, selain itu harus layak untuk dipakai dalam intermoda maupun antarmoda transportasi.
-          Kapal peti kemas mahal, bahkan lebih mahal dari kapal barang biasa.
-          Penggunaan peti kemas memerlukan peralatan bongkar muat khusus untuk menangani peti kemas, seperti RTG (Rubber Tyred Gantry), Gantry Crane, armada truk, dll. Pengadaan alat ini tentunya memerlukan biaya yang besar.
-          dll.



Peti kemas yang secara umum digunakan untuk memuat barang-barang niaga (terlebih dalam transportasi laut) memiliki beragam jenis sesuai sifat barang niaga yang dimuat didalam peti kemas. Macam peti kemas adalah sebagai berikut :

a.       General Purpose Container
Kontainer jenis ini biasanya untuk mengangkut muatan umum /General Cargo. Kontainer jenis ini dpat dibagi lagi menjadi :
Open Side Container, yaitu peti kemas yang sisi sampingnya dapat dibuka guna memasukkan atau mengeluarkan barang yang tidak bisa dimuat me-laui pintu, misalnya alat berat.

Open Top Container, atau peti kemas yang dapat dibuka dibagian atasnya. Tipe ini diperlukan untuk memuat barang yang hanya dapat dimasukkan lewat atas. Baik pada open side maupun open top biasanya terdapat terpal untuk menutup muatan.

b.      Reefer Container
Ini merupakan peti kemas yang dilengkapi dengan mesin pendingin yang berfungsi untuk menjaga suhu muatan yang ada didalamnya. Barang yang sering dimuat antara lain ikan beku, daging, buah, sayuran; oleh karena itu suhu harus terjaga agar barang tetap segar dipelabuhan tujuan.


c.       Tank Container
Peti kemas ini digunakan terbatas untuk mengangkut muatan cair ataupun gas.

d.      Dry Bulk Container
Hampir sama dengan genera cargo container namun peti kemas ini khusus digunakan untuk memuat muatan curah kering, misalnya biji-bijian. Untuk memasukkan/mengeluarkan muatan terdapat pintu khusus dibagian atas dan bawah peti kemas.

e.       Platform Container
Merupakan peti kemas yang tidak beratap dan berdinding, melainkan hanya memiliki lantai saja. Peti kemas ini digunakan untuk memuat alat-alat berat.

f.       Special Container
Ini merupakan peti kemas yang digunakan khusus untuk menampung muatan ternak ataupun kendaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar