PETI KEMAS
Peti
kemas atau sering disebut juga dengan Container
merupakan sebuah peti yang dirancang secara khusus dengan ukuran tertentu,
dapat dipakai berulang kali dan bertujuan untuk manampung muatan serta sebagai
alat yang digunakan dalam multimoda
transport.
Peti
kemas telah dirancang secara khusus untuk dapat digunakan oeh beragam moda
transportasi, baik moda darat, laut bahkan udara. Peti kemas ini memiliki
beragam ukuran, namun yang paling sering dipakai dalam pengangkutan khususnya
pengangkutan melalui laut adalah ukuran 20 feet, 40 feet, dan 45 feet. Dalam
penyebutan ukuran peti kemas sering juga dipakai istilah Teus atau Twenty feet
equivalent unit (unit padanan dua puluh kaki). Artinya 1 peti kemas ukuran
berukuran 20 feet disebut 1 Teus, 40 feet disebut 2 Teus.
Seperti
yang telah disebut diatas, peti kemas dirancang untuk dipakai lebih dari satu
kali pengangkutan, baik secara intermoda maupun antarmoda. Peti kemas tersebut
memilik beragam ukuran , antara lain :
1.
Peti kemas 20’ Dry Freight
Ukuran
luar : p x l x t
: 20’ x 8’ x 8’6”
Ukuran
dalam : 5,919 mm x 2,340 mm x 2,380 mm
Kapasitas : Cubic capacity : 33 Cbm
: Pay load : 22,1 ton
2. Peti
kemas 40’ Dry Freight
Ukuran
luar : p x l x t
: 40’ x 8’ x 8’6”
Ukuran
dalam : 12,045 mm x 2,348 mm x 2,591 mm
Kapasitas : Cubic capacity : 67,3 Cbm
: Pay load : 27, 396 ton
3. Peti
kemas 40’ High cube
Ukuran
luar : p x l x t
40’ x 8’ x 9’6”
Ukuran
dalam : 12,056 mm x 2,347 mm x 2,684 mm
Kapasitas : Cubic capacity : 76 Cbm
Pay load : 29, 6 ton
Penggunaan
peti kemas untuk pengangkutan ini memiliki berbagai keuntungan bagi para pihak
terkait. Keuntungan tersebut misalnya dikarenakan terbuat dari bahan yang kuat
peti kemas dapat melindungi muatan didalamnya dari cuaca yang tidak menentu
serta tahan air. Hal ini membuat peti kemas barang yang berada didalam peti
kemas tidak perlu disimpan didalam gudang. Penyimpanan/penumpukan cukup
diletakkan ditempat terbuka (dipelabuhan disebut lapangan penumpukan terbuka/Container Yard). Ini tentunya akan
menghemat biaya pembanguan gudang. Terlebih lagi peti kemas ini dapat ditumpuk
mencapai ketinggian tertentu (penumpukan tetap harus memperhatikan jenis barang
dalam peti kemas serta kekuatan lantai) sehingga lebih efisien. Peti kemas juga
lebih aman dikarenakan barang yang ada didalamnya terlindungi dari cuaca serta
mengurangi tingkat pencurian barang. Karakter dari peti kemaslah yang
menyebabkan pencuri kesulitan untuk mengambil barang dikarenakan terbuat dari
besi yang kuat. Kelebihan lainya yaitu pemilik barang maupun perusahaan
pelayaran dapat dengan mudah memantau peti kemas melalui prefix number yang terdapat pada peti kemas. Penggunaan peti kemas
dapat mempersingkat waktu bongkar muar barang, hal ini berarti kapal tidak
perlu lama-lama sandar di pelabuhan sehingga biaya operasional perusahaan dapat
ditekan.
Seperti
halnya ciptaan manusia tiada yang sempurna, selain beberapa keuntungan diatas
peti kemas atau kontainer memiliki beragam kelemahan. Kelemaahan tersebut
antara lain :
-
Biaya invenstasi peti kemas
mahal, ini dikarenakan biaya bahan baku untuk membuat peti kemas juga tidak
murah, selain itu harus layak untuk dipakai dalam intermoda maupun antarmoda
transportasi.
-
Kapal peti kemas mahal, bahkan
lebih mahal dari kapal barang biasa.
-
Penggunaan peti kemas memerlukan
peralatan bongkar muat khusus untuk menangani peti kemas, seperti RTG (Rubber Tyred Gantry), Gantry Crane, armada
truk, dll. Pengadaan alat ini tentunya memerlukan biaya yang besar.
-
dll.
Peti kemas
yang secara umum digunakan untuk memuat barang-barang niaga (terlebih dalam
transportasi laut) memiliki beragam jenis sesuai sifat barang niaga yang dimuat
didalam peti kemas. Macam peti kemas adalah sebagai berikut :
a.
General
Purpose Container
Kontainer
jenis ini biasanya untuk mengangkut muatan umum /General Cargo. Kontainer jenis
ini dpat dibagi lagi menjadi :
Open
Side Container, yaitu peti kemas yang sisi sampingnya
dapat dibuka guna memasukkan atau mengeluarkan barang yang tidak bisa dimuat
me-laui pintu, misalnya alat berat.
Open Top Container,
atau peti kemas yang dapat dibuka dibagian atasnya. Tipe ini diperlukan untuk
memuat barang yang hanya dapat dimasukkan lewat atas. Baik pada open side maupun open top biasanya terdapat terpal untuk menutup muatan.
b. Reefer Container
Ini
merupakan peti kemas yang dilengkapi dengan mesin pendingin yang berfungsi
untuk menjaga suhu muatan yang ada didalamnya. Barang yang sering dimuat antara
lain ikan beku, daging, buah, sayuran; oleh karena itu suhu harus terjaga agar
barang tetap segar dipelabuhan tujuan.

c. Tank Container
Peti kemas ini digunakan terbatas untuk mengangkut
muatan cair ataupun gas.

d. Dry Bulk Container
Hampir sama dengan genera cargo container namun peti kemas ini khusus digunakan untuk
memuat muatan curah kering, misalnya biji-bijian. Untuk memasukkan/mengeluarkan
muatan terdapat pintu khusus dibagian atas dan bawah peti kemas.
e. Platform Container
Merupakan peti kemas yang tidak beratap dan
berdinding, melainkan hanya memiliki lantai saja. Peti kemas ini digunakan
untuk memuat alat-alat berat.

f. Special Container
Ini merupakan peti kemas yang digunakan khusus untuk
menampung muatan ternak ataupun kendaraan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar